Jujur Ajur Atau Jujur Mujur






Didalam ajaran syari’at islam. Tentunya kita dituntut untuk berusaha sebisa mungkin mengedepankan kejujuran. Sebab, kejujuran sendiri adalah kunci dimana kita bisa dipercayai oleh orang lain.


Selain itu kejujuran sendiri adalah sifat wajib para nabiyyullah yang jumlahnya ada 4. Yaitu sidiq, amanah, tabligh, fathonah. Dan jujur sendiri tercantum pada sifat sidiq. Orang jawa mengartikannya sidiq itu adalah temen. Yang jika di translate kedalam bahasa indonesia berarti jujur.



Ngomong-ngomong sifat jujur dan orang jawa. Tentu kedua tersebut adalah tali yang saling sambung menyambung dan saling berkaitan. Jadi, pepatah orang jawa mengatakan jujur ajur ora jujur mujur. Ada juga yang jujur mujur ora jujur ajur.


Tentu kedua pepatah tersebut salang simpang singgung. Tetapi, dalam konteks kedalaman ilmu keagamaan. Kedua pepatah tersebut dapat diberi nilai seratus. Yaitu benar.


Pepatah yang pertama mengatakan jujur ajur ora jujur mujur. Memang dari awal kita dituntut untuk berusaha sebisa mungkin tuk mengedepankan kejujuran. Tetapi, disaat-saat tertentu kita boleh berbohong. Dengan garis besar kebohongan tersebut akan mentranformasikan kita kejalur perkara yang haq atau baik.


Pertanyaan mungkin datang dibenak anda. Apa ada kebohongan yang baik? Tentu, jika Anda menanyakan sedemikian rupa, maka jawabanya ada. Okelah kita selalu jujur. Namun, disaat-saat tertentu kita juga harus berbohong demi kebaikan.


Misalnya, Anda ditodong oleh penjahat. Dan ditanya apa agamamu? Dan penjahat tersebut akan membunuh Anda jika Anda menjawab dengan jujur. Misalkan agama islam. Disitu Anda diperbolehkan untuk berbohong. Demi kebaikan diri anda sendiri dari pembunuhan.


Jadi berbohong itu boleh, asalkan disitu pada jalur kebaikan.


Lalu pepatah yang kedua yaitu ora jujur ajur, jujur mujur. Lha, kalau yang ini anda harus jujur sejujurnya. Yang disini tentunya anda tidak boleh berbohong. Dan pastinya alasan kita tidak boleh berbohong yaitu pasti pepatah yang satu ini meng-hendel pada hal baik. Dalam artian kita harus jujur jika berada dalam posisi kebaikan. Tetapi, jika anda tidak berada dalam posisi yang tidak baik seperti contoh pepatah diatas. Berbohong-pun tidak menjadi alasan kita berdosa. 


Yang terpenting kita tidak ajur. Sebab jujur dan tidak itu, sejujurnya ada tempatnya sendiri-sendiri.[]

Share

Belum ada Komentar untuk "Jujur Ajur Atau Jujur Mujur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel