Literasi Buku Dan Proses Kemajuan Individu



sumber gambar:pixabay

Sejujurnya, program literasi di Indonesia sudah berkembang pesat dan hampir menyeluruh menjamur dimasyarakat.

Namun, banyaknya program literasi sendiri dari salah satunya masih membutuhkan dukungan serta sokongan. Karena, antara mayoritas justru lebih besar jumlahnya dibandingkan dengan yang minoritas.


Yang perlu diperhatikan dari program literasi salah satunya adalah literasi buku. Ya, jika mendengar dan melihat kata literasi buku, benak kita akan menangkap suatu perkara atau perihal. Yaitu, membaca, menulis, dan meresapi serta memahami isi buku.


Mungkin, definisi dari literasi buku sendiri kurang lebihnya sedemikian rupa. Juga tidak jauh dari membaca dn sebagainya. Namun, problematika bahasan kali ini bukanlah soal definisi literasi buku. Melainkan kita akan sedikit menyelam lebih dalam lagi, yaitu kenapa minim sekali penggandrung literasi buku.


Memanglah, jika dari dhoiriyyah semata. Membaca bukanlah hal yang menyenangkan bagi mereka yang belum terbiasa. Melainkan hal yang sangat menyebalkan dan merasa membosankan. Itu semua disebabkan karena kita belum bisa meresapi nilai-nilai atau hal-hal yang ada pada dan terkandung pada buku tersebut.


Jauh berbeda dengan mereka yang sudah doyan buku dan menganggap membaca buku sebagai makanan pokok sehari-hari. Pasti, tidak membaca buku sehari saja rasanya ada yang kurang. Sebab, mereka yang sudah ketlanjur  jatuh cinta pada membaca buku dan dapat meresapi nilai atau hal yang ada didalam buku.

Selain itu, hal yang menjadikan literasi buku sangat minim digemari adalah, karena  belum adanya kemauan merealisasikan amalan bagaimana besarnya manfaat membaca buku sendiri.

Tidak asing ditelinga kita mendengarkan kata, kalau buku adalah jendela dunia. Buku adalah gudang ilmu. Jika kamu ingin pandai maka bacalah buku. Dan kata-kata lainya yang berkaitan dengan buku.

Tetapi, keinginan dan rasa karsa mengkarsa betapa pentingnya suatu kegiatan yang satu inilah menyebabkan lebih banyak yang mayoritas tidak mau membaca buku dan minoritas yang mau membaca buku.

Padahal jika digali lebih dalam lagi. Dengan membaca buku itu tidak sekedar membuat wawasan kita akan tinggi nun luas. Selain itu, berangkat dari membaca buku. Kualitas dan kuantitas nilai hidup seseorang itu juga akan berubah. Dengan satu catatan mau mengamalkan nilai-nilai plus didalam buku.

Dengan begitu dapat kita simpulkan, kalau membaca buku juga tidak sekedar kita untuk menjadi tau. melainkan, juga membantu kita dalam proses untuk lebih maju dan nilai ataupun kualitan dan kuantitas yang bermutu.

Tidak mungkin, mausia akan pandai dan ngerti tanpa adanya membaca. Sebab, jika didefinisikan secara lebih mendetail lagi. Buku merupakan alat untuk mengetahui hal-hal yang ada di hari ini, hari nanti, dan kemarin hari.



Share

Belum ada Komentar untuk "Literasi Buku Dan Proses Kemajuan Individu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel