Eksistensi Panen Kacang Tanah Di Desa Gador Yang Mengalami Degradasi




sumber gambar:Akun Facebook Godong teloo

Kopikiran. (Trenggalek 01/03/19)-Panen kacang tanah di Kabupaten Trenggalek, khususnya di wilayah Dusun Pingit Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, tahun ini mengalami penurunan. Pasalnya, mayoritas petani kacang tanah mengeluh dengan hasil panen yang tidak sesuai dengan keinginan dan harga yang anjlok.




Musim kemarau berkepanjangan dibulan lalu yang menerpa hampir seluruh wilayah Jawa Timur menyebabkan eksistensi hasil panen yang tidak sesuai dengan keinginan para petani di Dsn. Pingit Des. Gador. Hal tersebut menyebabkan kurangnya pengairan diwilayah pegunungan yang menjadi lahan untuk menanam kacang tanah para petani.



Menurut sumber yang Kami kumpulkan. Benih kacang tanah yang tidak sebaik tahun-tahun kemarin juga turut menjadi alasan mengapa eksistensi panen yand dibilang satu tahun sekali ini menurun. 



Tetapi, penurunan dari kualitas hasil panen ditahun ini tidak dialami oleh semua petani. Sebagian wilayah petani di wilayah Dsn. Pingit ada juga yang hasil panennya baik. Tetapi, hanya mayoritas dan sebagian kecil saja.



Selain hasil panen yang menurun. Harga jual kacang tanahpu juga mengalami penurunan. Jika di tahun-tahun kemarin kurang lebih 5000-6000 perkilogram, sedangkan sekarang menjadi 4700-4800 perkilogramnya.



Harga yang kapanpun bisa berubah-ubah menjadi momok tersendiri bagi para petani. Namun informasi yang kami terima sampai saat ini, para pengepul kacang tanah masih menghargai 4700-4800 perkilogramnya. Namun dilain hari, juga tidak menutupi kemungkikan akan adanya kenaikan atau malah penurunan harga kacang tanah perkilogramnya. (ANE/)

Share

Belum ada Komentar untuk "Eksistensi Panen Kacang Tanah Di Desa Gador Yang Mengalami Degradasi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel