Peristiwa-Peristiwa Yang sering Terjadi Di Dalam Pondok Pesantren Dan Bakal menjadi Pengalaman Yang Tak Terlupakan (1)



sumber gambar: https://pasberita.com
Pondok pesantren adalah ruang yang sangat menyenangkan. Sebab, Segala hal-hal yang belum pernah kita jalani sama sekali terkadang sering terjadi di sana. Terbungkus rapi, dan tersimpan rapi dengan bingkai-bingkai pengalaman yang menyenangkan dalam coretan cerita dinding-dinding pojok pondok pesantren.

 
Mulai dari peristiwa-peristiwa yang super Koplak hingga peristiwa-peristiwa yang membuat terharu. Semua itu ada dan sering kali terjadi di dalam pondok pesantren. Tentu, peristiwa tersebut menjadi bukti kalau Kita pernah merasakan hidup di atsmosfer pondok pesantren. Serta, menjadi oleh-oleh sampingan selain ilmu yang barokah, guna dapat di ceritakan pada generasi yang mendatang.  

Apakah peristiwa-peristiwa tersebut ? Nah, Kopikiran – Zona Santri Kreatif kali ini akan membawakan peristiwa tersebut, dan kamu bakal teringat kejadian-kejadian berikut ini, kalau kamu pernah Mondok

Langsung Bae  cus….. dibaca.



1. Telat Kiriman

sumber gambar:https://pasberita.com

 Sebagai pembuka, kita membahas yang semua santri pasti mengalaminya. Tidak salah lagi yaitu telat kiriman. Santri mana sih yang tidak pernah merasakan telat kiriman? Pasti, 90% santri pernah mengalami kejadian yang satu ini.


Memang, kita tahu keadaan ekonomi selalu menerpa seorang santri. Namun, hal tersebut tidak membutnya goyah dalam ber-tholabul ilmi di dalam pondok pesantren.


Telat kiriman sendiri juga tidak dapat menyalahkan orang rumah (kedua orang tua) yang telat mengirimi anakanya uang dalam mencari ilmu. Seyogyanya, kita juga harus memahami dan mengerti, kalau di rumah juga membutuhkan uang untuk keperluan pokok.


Jadi, buat kamu-kamu yang masih mondok, kalau kiriman telat jangan menyesal dan patah semangat ya! pula jangan menyalahkan kedua orang tua yang telat mengiri uang. Sebab, santri itu juga harus kuat dan wani tirakat.



2. Hutang Uang Teman

sumber gambar:https://www.republika.co.id
Yang selanjutnya masih berhubungan dengan ekonomi didalam pesantren dan telat kiriman. Nah, kalau sudah telat kiriman dan ditunggu-tunggu tidak pula kunjung datang, dan disitu kita sangat pengen ngopi, jajan, serta membayar urunan misalnya atau kebutuhan yang mepet. Jalan satu-satunya adalah hutang duit teman.


Hutang uang, memang kerap sekali terjadi didalam pondok pesantren. Itu semua karena kebutuhan santri yang lama tidak terpenuhi atau kebutuhan yang mendesak  serta ekonomi yang minim. Namun, tidak apa-apalah hutang, daripada mencuri uang teman mending hutang kan?


Tapi, syaratnya satu jika hutang uang pada teman. Harus dikembalikan. Entah kapanpun itu waktunya baik masih mondok maupun yang sudah menjadi alumni. Sebab, keberkahan tidak akan datang jika kita masih meninggalkan hutang. Selain, teman yang kita hutangi sudah mengikhlaskannya.



3. Ngebon Di Koprasi

sumber gambar:https://www.djangkarubumi.com
Yang ketiga juga masih berkaitan dengan ekonomi. Selain hutang uang kepada kawan, ternyata hutang kepada koprasi (Ngebon) sering dilakukan oleh kaum bersarung. Pasalnya, hal tersebut memang menjadi kebiasaan ketika musim paceklik didalam pondok tiba.



Di dalam pondok pesantren, kalau orang yang Ngebon biasanya disebut dengan Adol jeneng (menjual nama). Pasalnya setelah makan jajan atau pesan kopi serta mengambil rokok Utilan dan mau kembali keasrama posisi tidak punya uang sekali maka santri tersebut meninggalkan nama didalam buku catatan bon koperasi pondok pesantren.


Terkadang, saking banyaknya bon sampai-sampai tidak kuat untuk membayarnya. Hingga di bayar setelah lulus dari pesantrenpun juga ada. Haduh… haduh… jadi jangan terlalu banyak Ngebon-nya ya Kang!



4. Terkena Penyakit Gudiken

Yang seterusnya ini masalah kesehatan. Yang pernah mondok pasti mengalami penyakit gatal-gatal dan menyebabkan benjolan-benjolan kecil yang berisi nanah.


Nah, benar sekali, penyakit tersebut adalah penyakit Gudiken. Hal tersebut dipicu karena pola hidup didalam pondok pesantren yang bercampur. Ada yang suka kebersihan, ada yang tidak suka hidup bersih. Mereka disana hidup bebarengan. Handuk mandi bareng, sabun mandi bareng, sabun cuci bareng, hingga pakaianpun juga barengan. Itu semua karena santri memang memegang kukuh nun erat persahabatan.


Tapi, dibalik penyakit gudiken ternyata ada slogan yang menarik dan mungkin tidak masuk akal. Mungkin anda sendiri tidak mempercayainya. Entah benar tidaknya Saya sendiripun juga belum bisa membuktikannya. Namun, selogan tersebut memang terkenal dan bumming di pondok pesantren manapun.


Slogan tersebut kurang lebihnya begini “mondok lek durung gudken iku, ilmune durung manjing. Wong, seng gudiken nek pondok iku nandak ake nek ilmune wes manjing” jika di transalate dalam Bahasa nasional Indonesia “mondok kalau belum terkena penyakit Gudiken itu, ilmunya belum masuk (belum tiba). Tapi, orang yang Gudiken didalam pondok pesantren itu menandakan kalau ilmunya yang ia cari sudah didapat (Manjing)”.


Nah, buat kamu yang terkena penyakit Gudik yang sabar ya, dan berpola hiduplah sehatoke!



5. Disidang Keamanan

sumber gambar:https://pasberita.com
Yang kelima, sangkutanya dengan qonun-qonun atau tata tertib serta undang-undang pondok pesanteren, dan santri pasti pernah melanggar undang-undang pondok pesantren. Namun, kenangan yang paling banyak di pondok pesantren justru berawal dari sini. Tapi, urusanya pasti kena sidangan dikantor keamanan pusan dengan penyidang yang ber-jenggot dan wajah yang garang.


Ya, disidang keamanan adalah suatu perihal yang sering sekali dialami oleh Kang Pondok. Terkadang, sidangan tersebut ada karena kita melanggar suatu hukum tata tertib dan undang-undang pesantren.


Biasanya santri nakallah yang menjadi langganan keamanan. Biasanya gara-gara keluar nonton acara Barcelona vs real Madrid. Kalau tidak itu ya keluar nonton acara lainnya seperti nonton wayang, nonton orkes, nonton pengajian, nonton konser dan lain-lain.


Selain itu ada lagi yaitu gara-gara pacaran, kalau tidak ya gara-gara rokok, kalau bukan itu, gara-gara maling dan lainnya masih banyak lagi.


Hukuman dari santri yang melanggar juga bermacam-macam. Tergantung berat ringannya pelanggaran. Biasanya digundul, disiram air peceren, disuruh baca yasin sambil berdiri. Beratnya lagi, kalau sudah digundul, lalau disusuh berdiri didepan Ndaleme mbah Yai, Setelah itu di boyongkan karena ketemauan sama Mbak Pondok. Haduh,,, haduh,,,


Tapi tidak apa-apa, itu semua bertujuan agar santri-santri kapok dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Katanya kalau mondok itu harus merasakan kandang keamanan. Jadi ya, nakal boleh tapi jangan sampai merugikan orang lain dan diri sendiri.



Nah itulah peristiwa-peristiwa yang kerap terjadi didalam pondok pesantren. Dan bakal terkenang sampai kita keluar dari pondok pesantren.

Ets,,,, itu yang season pertama, dan masih ada banyak lagi. Dan akan di sampaikan oleh blogger kopikiran di Peristiwa-Peristiwa Yang sering Terjadi Di Dalam Pondok Pesantren Dan Bakal menjadi Pengalaman Yang Tak Terlupakan  (2)

Tapi, sebelumnya kopikiran minta bantuanya ya Lurr… tolong di share, agar kami dapat terus berkarya dengan tulisan-tulisan yang lainya.

Sebab, kopikiran sendiri merupakan blogger yang menjunjung tinggi kreatifitas santri. Jadi, santri itu tidak hanya pintar ngaji, melainkan juga bisa bertekhnologi.

Share

Belum ada Komentar untuk "Peristiwa-Peristiwa Yang sering Terjadi Di Dalam Pondok Pesantren Dan Bakal menjadi Pengalaman Yang Tak Terlupakan (1)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel