[Essay Tentang Kebersihan Sungai] 'Buruknya Perangai Membuat Kalbuku Kelu'

sumber gambar: pixabay.com 


Buruknya perangaimu membuat kalbuku kelu
 Oleh Gencar Anjur Prayoroga


A.Pendahuluan.

Pernahkah terbesit sekelumit pemikiran tentang akibat dari sampah yang engkau buang di sungai?. pernahkah engkau pernah berpikir apa yang akan terjadi pada ekosistem lingkungan di sekitarmu ketika perbuatan-mu yang tidak bermoral itu tetap engkau lakukan?. 

Ya, mungkin engkau tidak pernah peduli tentang keaadaan sekitar mu karena otakmu telah dipenuhi oleh ambisi untuk ke-hidup-an yang serba instan sehingga engkau rela merusak alam-mu sendiri.

Begitu juga hati mu,mungkin telah dipenuhi oleh hasrat busuk untuk mencari materi yang menjadi penyambung asap dapur-mu sehingga engkau semudah itu melupakan siapa yang telah memberi mu.


Disini lah terdapat suatu anomali yang terdapat pada masyarakat dan telah menjadi momok tersendiri bagi masyarakat.

Perilaku membuang sampah kesungai itu telah dilakukan oleh masyarakat secara terus-menerus sehingga tanpa mereka sadari prilaku tersebut telah mengakar dalam diri mereka dan tanpa mereka sadari juga mereka telah mewariskan prilaku yang tidak baik itu kepada generasi penerusnya, jadi tidak heran-lah jika sekarang ini banyak terdapat masyarakat yang acuh tak acuh pada keadaan lingkungan sekitarnya.

Padahal pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk memerangi sampah dengan lewat program-progam bina lingkuan hidup dan lewat lembaga-lembaganya, tapi apa daya semua jerih payah pemerintah itu tidak menghasilkan banyak perubahan dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Masyarakat lebih memilih membuang limbah kesungai karena dianggap lebih cepat dan instan daripada mengolah sendiri limbah yang dihasilkannya.
        
Kemerosotan dan kerusakan moral-lah akibatnya. Dizaman yang serba teknologi ini masyarakat terlalu berharap lebih kepadanya sehingga masyarakat menjadi malas dan hanya menginginkan suatu hal yang dapat dilakukan secara instan,instan, dan instan. Sungguh sempit sekali pemikiran orang yang seperti itu

Mereka tidak memikirkan dampak dari perbuatannya itu, mereka tidak memikirkan apa yang akan terjadi pada lingkungannya jika perbuatan itu tetap dilakukannya. Tanpa mereka sadari mereka telah menjadi pembunuh masal bagi diri mereka sendiri.

Sampah yang dibuang itu lama kelamaan menjadi racun bagi lingkungan hidupnya dan racun tersebut telah membunuh ratusan bahkan ribuan organisme-organisme dalam sungai.

Lembaga lingkungan hidup pernah mencatat bahwa setiap penduduk dapat menghasilkan sampah sebanyak 2,5 liter perhari. Bayangkan apa yang akan terjadi pada lingkungannya itu jika perbuatannya tetap diteruskan.

Kemungkinan pada sepuluh tahun kedepan sampah-sampah itu telah menjadi gunung-gunung yang dapat menimpa mereka sendiri jika tidak mendapat penanganan yang tepat. Apa jadinya jika mereka tidak segera sadar atas perbuatannya, mereka sama saja dengan menjemput ajal mereka sendiri.

Mereka menyepelekan bahwa membuang sampah itu bukan lah suatu kesalahan, disitu lah letak ke-dungu-an mereka.

Percuma mereka pernah mengenyam pendidikan di sekolahan selama 12 tahun jika ilmu yang di perolehnya selama bersekolah tidak di gunakan. Lebih baik mereka menggunakan waktu selama 12 tahun itu untuk membantu keluarganya mencari nafkah daripada menghabiskan uang untuk biaya sekolahnya.

Karena menurut saya proses belajarnya selama 12 tahun itu merupakan suatu kegagalan, mereka gagal untuk menjadi orang yang dapat menggunakan akal nya untuk berpikir dahulu sebelum bertindak. Mereka tidak bisa menggunakan kemampuan berpikirnya untuk berpikir kedepan dan memikirkan sebab-akibat dari setiap perbuatannya.

Pemerintah telah menerbitkan undang-undang yang mengatur tentang lingkungan hidup. Undang-undang itu tercantum pada UU No.32 tahun 2009 pasal 1 ayat 2 yang menjelaskan upaya sistematis dan terpadu yang dilakukan untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi pencemarn,pemanfaatan,pengendalian,pengawasan dan penegakan hukum. 

Dalam undang-undang tersebut telah dijelsakan dengan sejelas-jelasnya tentang upaya pelestarian lingkungan hidup beserta sanksi-sanksinya.

Dalam undang-undang yang sama menjelaskan apa yang damaksud dengan pencemaran tercantum pada pasal 1 ayat 14 yang berbunyi “pencemaran lingkungan adalah masuk atau dimasukannya makhluk hidup,zat,energi, dan atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu lingkungan hidup yang telah ditetapkan”.

Jadi jika suatu ketika kamu membuang sepuntung rokok kedalam sungai lalu terjadi perubahan dalam wujudnya baik bentuk,rasa,warna, dan baunya berarti kamu telah melakukan tindakan pencemaran dan kamu berhak di berikan sanksi baik pidana maupun abdi terhadap lingkungan.

Adapun sanksi pidana-nya dijelaskan pada undang-undang yang sama pada bab XV  pasal 97-120 salah satunya ber ada di pasal 103 yang berbunyi “setiap orang yang menghasilkan limbah B3 dan tidak melakukan pengelolaansebagaimana dimaksud dalam pasal 59, dipidana dengan pidana paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling sedikit Rp1.000.000.000.,00 (satu miliar rupiah) dan paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Undang-undang tersebut telah disahkan pada tanggal 03 oktober 2009 oleh presiden republik indonesia. jadi janganlah sekali-kali mencemari lingkunganmu, jika tidak ingin terkena imbasnya.

B.isi

Kita diperintah oleh allah untuk hidup di bumi bukan dengan tanpa alasan. Kita di perintahkan allah untuk menjadi pemimpin di muka bumi, maksud dari kata pemimpin disini ialah untuk menjaga dan merawat bumi.

Jadi, kita tidak boleh semena-mena mengeksploitasi bumi ini dengan membabu buta, setiap perbuatan pasti ada akibatnya.

Contohnya: seperti membuang sampah di sungai lama kelamaan sampah yang di buang itu akan membusuk dan menimbulkan bau yang tidak sedap, kemungkinan sampah tersebut dapat menghasilkan racun yang berbahaya bagi manusia dan organisme sungai.

Kebanyakan masyarakat berpikir bahwa air sungai itu adalah air yang mengalir sehingga jika mereka membuang sampah kesungai maka sampah tersebut akan ikut larut kedalam aliran sungai.

lalu yang menjadi pertanyaannya adalah kemanakah perginya sampah tadi?. Apakah masyarakat pernah memikirkan hal tersebut?. Mungkin tidak, jika mereka memikirkan hal tersebut maka mereka tidak akan membuang sampah kesungai.

Jika sudah terjadi bencana alam seperti kekeringan atau timbul penyakit yang menyebabkan kematian maka siapakah yang berhak disalahkan?. Pemerintah?. Karena tidak becus mengatur daerahnya?. Bodoh kamu.

Tugas pemerintah yang sebenarnya adalah untuk membimbing,mengajari,memfasilitasi, dan mengingatkan. Jadi pemerintah tidak berhak disalahkan. Seharusnya yang disalahkan adalah diri kalian sendiri itu, karena kalian sendiri lah yang menyebabkan bencana itu. 

Janganlah kalian bersikap mau enak sendiri, jika semua orang bersifat seperti itu maka kesejahteraan dan kedamaian sosial tidak akan terwujud di muka bumi ini.
         
Air yang tercemar dapat memberikan berbagai dampak negatif. Contohnya seperti kekeringan,erosi,timbul berbagai macam penyakit, dan masih banyak lagi. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan perlu ditingkatkan lagi.

Jika tidak, perilaku-perilaku buruk masyarakat akan menjadi sebuah warisan untuk generasi selanjutnya,perilaku-perilaku itu akan menjadi sebuah lingkaran setan yang tidak akan ada habisnya jika tidak di berantas sejak dini.

Perlunya pendidikan sejak dini dari orang tua untuk anak-anaknya tentang kebersihan lingkungan. 

Peranan orang tua disini sangat lah berpengaruh. Karena orang tua lah guru pertama bagi setiap anak dan orang tua lah yang menjadi orang terdekat bagi anak-anaknya.sebelum para orang tua mengajarkan tentang kebersihan kepada anak-anaknya mereka harus belajar terlebih dahulu untuk membenahi setiap perilakunya tersebut.

Karenajika para orang tua tidak melakukan seperti apa yang telah di ajarkan kepada anak-anaknya maka semua itu hanyalah sebuah omong kosong.
          
Akhir-akhir ini terjadi eksploitasi sungai secara membabi-buta. Tidak hanya para konglomerat saja yang melakukan praktik itu, tetapi para masyarakat juga ikut serta melakukan praktik yang merugikan itu.

Mereka mengambil kekayaan alam nya dengan tidak sesuai kodrat dan batasanya, seketika mereka pun menjadi rakus jika berurusan dengan masalah uang, mereka mengambil semua kekayaan yang terkandung dalam alam tersebut hingga kering kerontang. Kerusakan alam-lah yang menjadi imbasnya.

sungai ini seakan menjerit dengan penuh keperihan karena dia di peras dengan paksa hingga tidak tersisa sedikitpun, begitu juga dengan sampah yang kalian buang di sungai itu.

Sampah itu menjadi sebuah belati yang lama-kelamaan akan menusuk diri kalian sendiri. kapankah kalian akan tersadar jika perbuatan kalian tersebut sudah keliru bahkan sangat keliru, apakah kalian baru sadar jika sudah memakan korban jiwa?.

Kemanakah rasa peri kemanusiaan kalian?. Apakah rasa tersebut sudah hilang bersamaan dengan sampah yang kalian buang itu?, perlulah kalian memutar otak kalian lagi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kalian inginkan.

Mungkin bukan sekarang tapi suatu saat kalian akan merasa tersiksa atas perbuatan kalian pada waktu lampau dan mungkin yang merasakannya bukan lah kalian tetapi para generasi penerus mu. Sungguh malang nasib mereka, mereka tidak lah bersalah tetapi ikut merasakan imbasnya.

Banyak sekali peristiwa-peristiwa bencana alam pada sungai yang dapat menjadi sebuah pelajaran bagi kalian.

Seperti sungai di india yang berubah menjadi bagaikan air lumpur karena tingkat pencemaran yang tinggi, para penduduk di sana pada waktu lampau kurang memiliki kesadaran atas pentingnya menjaga kebersihan sungai sehingga mereka mencemari sungainya dengan seenak hati mereka, mereka tersadar ketika sungai mereka sudah berubah karena limbah mereka sendiri dan sekarang mereka mengalami krisis air bersih, itulah salah satu contoh yang dapayt menjadi pelajaran bagi kita.

C.Penutup

Dari wacana diatas bisa kita tarik kesimpulan bahwa menjaga kelestarian sungai merupakan hal yang sangat penting . karena sungai merupakan salah satu sumber air yang sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari seperti minum,mencuci,mengairi sawah dan sebagainya.

Jika masyarakat tidak segera sadar mereka akan segera mengalami  kepunahan, karena secara tidak sadar mereka sendiri lah yang menjemput masa kepunahan mereka sendiri.
        
Pemerintah mempunyai sebuah PR besar untuk segera menyadarkan masyarakat akan  pentingnya kebersihan lingkungan.

Pemerintah perlu ikut serta untuk mengawasi  kebersihan sungai di daerahnya dan masyarakat juga harus turut membantu dan mendukung semua program–program pemerintah agar kesejahteraan bersama tercapai.

Saya sendiri punya sebuah pengalaman yang pahit tentang masalah pencemaran sungai. karena saya berasal dari kalimantan timur dan saya tinggal di pinggiran sungai mahakam yang menjadi sumber air bersih utama pada daerah saya, dulu warna air  sungai mahakam sangat lah jernih dan segar dan banyak pesut-pesut yang sering muncul di tengah-tengah sungai, tapi sekarang warna air itu telah berubah menjadi kecoklatan akibat limbah industri baik  industri rumah tangga maupun industri pabrik, terkadang sayapun  berandai-andai kapan kah sungai di tempat saya kembali bersih seperti semula.

Pemerintah di tempat saya pun sudah berusaha secara maksimal untuk mengembalikan keadaan sungai seperti semula, tapi  apa daya semua usaha tersebut terasa tidak menghasilkan apapun dikarenakan kurangnya  kesadaran masyarakat.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa semua pemasalahan yang di bahas tetap kembali kepada masyarakat itu, karena masyarakat lah yang berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sekitarnya.

Semoga wacana yang saya buat dapat menjadi sebuah pelajaran tersendiri bagi para pembaca karena saya tidak mengingnkan nasib sungai-sungai dan masyarakat trenggalek seperti nasib masyarakat yang ada di daerah asal saya.

Sekali lagi saya ingat kan bahwa kebersihan lingkungan adalah hal yang paling utama untuk menggapai kesejahteraan bersama dan masyarakat harus ikut serta menjaga kebersihan itu sendiri.

Behentilah membuang sampah kesungai karena masa depan mu tergantung dari perbuatan yang telah kamu lakukan.  Cintailah sungaimu agar kamu mendapat manfaat yang lebih dari alam sekitarmu.
Share

Belum ada Komentar untuk "[Essay Tentang Kebersihan Sungai] 'Buruknya Perangai Membuat Kalbuku Kelu'"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel