Tragedi 21-22 Mei dan Karena "Becik" Itu "Ketitik" Pula "Ala" Itu Akan "Ketara"




21-22 Mei 2019 menjadi catatan sejarah kelam ditanah ibu pertiwi. Apalagi kalau bukan masalah polotik yang semakin semrawut dan amburadul.




Tetapi itulah hidup, apapun yang terjadi kita hanya dapat mengambil hikmah. Serta belajar dari peristiwa yang menjadi sejarah tersebut.




Yang sudah biar sudah. Yang lalu biar berlalu. Itulah kenyataan serta realitanya. Justru hal tersebut menjadi pelajaran yang berhaga bagi orang-orang yang mau berfikir dan berbenah.




Dan untuk sekarang berbenah serta menjahit kembali sistem silaturrahmi yang sempat error ini. Membuka jendela serta catatan dan lembaran yang baru. Yang lebih putih bersih, baik dengan belajar dari tragedi saat itu.




Masih sangkut paut dengan hal tersebut. Tentunya ada sebab ada akibat. Ada fi'il ada fa'il. Ada kegiatan ada juga pelakunya.




Pun sedemikian rupa. Ternyata kekisruhan 21-22 Mei saat itu, juga ada dalang dibakik layar. Namun, Saya tidak berani mengatakan siapa dia.




Mungkin pembaca yang budiman sudah tahu siapa dia dengan nama samarannya dalam berita-berita didalam acara layar kaca televisi Anda. Jadi tak perlu Saya katakan siapa dia.




Menyinggungnya, ada lebih ratusan sebagai pelopor yang tertangkap oleh aparat. Ternyata ada kepala yang membayar perkepala.




Juga dalang serta penggerak acara demo tersebut tercydik dengan bukti-bukti yang nyata. Benar tidaknya saya kurang tahu.



Saya serahkan pada yang Maha Tahu.  Dan Saya sendiri hanya tahu lewat berita-berita yang belum menjamin 100% kebenaranya. Tetapi, kemungkinan besar benar semua.




Menyangkut hal tersebut. Tentu kita tahu dengan pepatah jawa yang berbunyi "becik ketitik ala ketara". Apa maksudnya, mari kita bahas pada artikel berlabel opini ini dan menyangkut pautkan dengan tragedi 21-22 Mei lalu.




Jadi begini dulur-dulur pembaca budiman. Setiap amal yang kita berbuat didunia ini akan dipertanggung jawabkan dikemudian hari.




Apapun itu. Terkecuali amal orang gila. Dalam artian gila tidak punya pikiran yang normal seperti orang pada umumnya. Dia mempunyai tempat sendiri nantinya. Yaitu al-a'rof. Ditengah tengah. Tidak syurga dan tidak neraka.




Dan untuk orang-orang yang tidak menggunakan alak pikirnya yang sehat. Mereka akan akan merugi. Memang, dalam konteks amalnya tidak diketahui oleh orang banyak.




Bahkan tidak ada yang tahu. Mereka begini dan mereka begitu. Jangankan orang yang sedemikian rupa. Amal kita saja, dan perbuatan kita saja belum tentu semua orang mengetahuinya.




Yang tahu hanya pelaku tersebut dan Tuhan yang Maha Esa. Entah amal baik dan amal buruk. Entah perbuatan elok dan perbuatan batil.




Belum tentu tahu kan orang yabg disekitar kita? Yang tahu kita sendiri dan Tuhan. Namun, tinggal dikembalikan pada garisnya manusia hidup yang penuh dengan tanggung jawab.





Selain tanggung jawab penuh. Setiap amal kita juga diganjar dan dibalas. Yang baik akan dibalas baik. Yang buruk akan dibalas buruk.





Pembalasan tersebut terkadang tidak harus disana nanti. Di duniapu kadang kala sudah dibalas. Jadinya rugi dunyawi dan ukhrowi.



Sebab, sudah jelas. Apapu  perbuata  Kita di dunia yang tidak diketahui. Suatu saat nanti akan diketahui. Entah kapan.




Jika tidak tidak diketahui di dunia. Mbesok, bakal di  ketahi dan diperlihatkan di padang masyar. Apapun itu perlakuan kita.




Jadi, jangan heran jika perbuatan kita diketahui banyak orang di dunia saat ini. Karena itulah timb balik. Becik ketitik ala ketara.



Yang baik ya akan tetap baik. Yang jelek akan akan terlihat oleh mata. Tidak mungkin yang baik akan berubah jelek kecuali diubah-ubah.



Dan yang jelek, jangan merasa aman tentram jika belum konangan. Kita tengok saja kejadian 21-22 Mei lalu. Pelakunya, bahkan dalangnya sudah diketahui.




Karena ya begutulah, becik ketitik ala ketara. Mau kemana lagi akan  mengumpat jika sudah diketahui begini. Hanya penyesalan dan balasan yang ada.[]



Sumber gambar; pixabay.com

Share

1 Komentar untuk "Tragedi 21-22 Mei dan Karena "Becik" Itu "Ketitik" Pula "Ala" Itu Akan "Ketara""

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel